My Girl…

Hmmm apa ya….
Yah begitulah, semenjak aku berpisah dengan istriku, praktis hari2 ku sepi tanpa ada orang disisiku yg kuajak berkeluh kesah. Sempat 1taon lamanya aku tidak pernah memikirkan wanita pendamping, tapi yah kembali lagi pada kodratku sebagai manusia yg haus akan kebutuhan biologis disamping kebutuhan akan materi.Mulailah aku membuka hatiku untuk mencari wanita pendampingku. Emang sih agak cukup sulit mencarinya karena aku juga menetapkan suatu kriteria yg (mungkin) tidak semua wanita bisa menerimanya, yaitu harus bisa menerima dan menyayangi anakku Uwi. Aku tidak mau seperti teman ato orang lain yg merahasiakan identitas ato statusnya untuk dapat menggaet wanita. Aku kepingin wanita tersebut harus tahu semuanya dari awal, daripada ketahuan ditengah jalan…bisa berabe jadinya …ya nggak.

Flo, gadis Perancis ini aku kenal karena dia merupakan adik temanku Michael Fritz (MF). Aku dan MF (sering kuplesetkan Mother Fucker) emang berteman akrab semenjak kita bertemu di Lombok saat aku masih bekerja disana. Aku dan dia sering surfing bersama dan adventure keliling Lombok. Orangtuanya mempunyai bisnis di Bali. So ketika pulang ke Bali, aku sering mampir kerumahnya. Ketika dirumahnya itulah aku bertemu dengan Flo, cantik dan cepat akrab dengan aku. Sebenarnya kami tidak pernah menyatakan cinta ato sayang, tapi kami sering keluar berdua, kadang bertiga bersama MF. Sampai suatu saat aku mabuk bertiga di salah satu diskotik di Legian, kami bertiga pulang naik motor, aku membonceng Flo sedangkan MF naik motornya sendiri. Aku antarkan Flo sampe rumah sedangkan MF saat itu belum datang. Aku bopong Flo sampe kekamarnya dan selanjutnya bisa ditebak, aku dan Flo dikuasai oleh nafsu masing2. Saat itu aku sangat bergairah, kita melakukan berkali2 sampe pagi…setelah itu aku tertidur pulas. Aku terbangun ketika pintu kamar digedor keras, aku dan Flo terbangun, saat itu Flo yg membukakan pintu dan mendapati MF sudah berdiri didepan pintu. Saat itu juga MF menyuruhku keluar dan memberondongku dengan sumpah serapahnya. Intinya dia tidak terima kalo adiknya ditiduri oleh temannya, apalagi seorang duda…selama ini dia mengijinkan aku pergi berdua bersama Flo karena dia berpikir kami juga seperti adik kakak…saat itu juga aku membela diri dengan mengatakan kami suka sama suka, tapi tetap saja dia tidak menerima. Akupun kesal karena dari Flo juga berdiam diri tidak ada pembelaan sedikitpun kepada aku. Lantas aku pergi dari rumahnya yang mengakhiri kisahku bersama Flo dan sejak itupun hubunganku dengan MF sebagai teman berakhir…

Tantri, wanita ini mengisi hari2ku untuk sementara saja. Sebenarnya dia merupakan teman Flo juga, dan aku semakin akrab ketika aku dan Flo sudah tidak seiring lagi. Dialah orang yg mencoba menghiburku disaat aku kesal dengan kejadianku bersama Flo. Setelah semakin akrab, kami mencoba saling menyayangi. Beberapa kali juga kami jalan bertiga (bersama Uwi), nonton, kepantai. Tapi lagi2 hubungan kami berjalan singkat, hanya sebulan aku putusin dia karena aku memergoki dia sedang menyentil tangannya Uwi. Saat itulah aku langsung menjatuhkan vonis kepadanya tanpa mau mendengar alasannya lagi. Aku sendiri sebagai Bapaknya Uwi nggak pernah keras sama Uwi, walo nakal banget, namanya juga anak kecil, paling2 aku nasehatin dia ato kadang dengan sedikit mendelik…dengan itu saja Uwi sudah ketakutan… Lah ini belon jadi apa2 sudah berani melakukan kekerasan pada anakku….pokoknya The End…

Selang 2 bulan setelah itu aku bertemu wanita bernama Maya. Pertemuan kami emang nggak disengaja, berawal dari Ibunya yang sering datang kekantorku untuk membeli tinta printer. Saat si Maya ini ikut mengantar Ibunya, aku sering mengajaknya ngobrol dan bercanda dengannya… Si Ibu sendiri kayaknya memberikan lampu hijau dengan memberikan aku waktu untuk lebih banyak ngobrol dengan Maya. Kadang karena Ibunya duluan pulang, so akulah yang berkewajiban untuk mengantarnya pulang. Maya kala itu statusnya masih study di Akademi Seni Tari Indonesia…gerak geriknya sangatlah gemulai bak penari Bali, wajar jika aku tertarik.

Tapi awal kedekatan itu pupus dengan hadirnya seorang wanita bernama Sari. Dasar sifat laki yg nggak pernah puas dan nggak bisa ngeliat barang bagus, aku mulai menggoda Sari saat dia sering berkunjung ke kantorku untuk suatu hal yg tidak pasti. Emang kalo dibanding2kan antara Sari dan Maya, Sari punya point yang lebih unggul ketimbang si Maya. Sari juga lebih berani dan lebih dewasa dalam hal berpikir. Mungkin karena dia janda beranak satu….Singkat kata aku jadian dengan Sari… 2,5taon aku pacaran dengan Sari, hmmm terlalu lama emang buat seorang duda dan janda berpacaran. Tapi semua itu ada sebabnya, kepribadian ganda yang dimiliki Sari yg membuat aku sering bimbang dengan keputusan2 yg akan aku buat. Disatu sisi Sari tidak mau kehilangan aku, but disisi laen dia terlalu sering terpergok selingkuh olehku.Akhirnya tepat di ultahnya di akhir Juli 2007 aku berikan dia kado yg akan selalu dibencinya…Aku tinggalkan dia… “lebih baek bangkit dan membangun baru kembali, ketimbang terpuruk di lubang yang sama”
Sejak saat itulah kucoba memulai hari2 ku bersama Uwi saja, aku malah pengen lebih focus untuk membesarkannya tanpa mikirin diri sendiri untuk mencari seorang pacar (padahal selalu butuh tuh…hehehe).

Yah begitulah, selanjutnya aku mulai mengenal beberapa wanita yang kadang hanya mengisi sepiku buat sesaat. Aku tidak pernah mau gegabah lagi untuk membuat suatu komitmen dengan seorang wanita…sampai kapan….hanya waktu yang bisa menjawabnya….

Tulis sebuah Komentar