Bad X-perience

Pacaran ma cewek berkepribadian ganda

Ni Ketut Sari Asih namanya…panggilannya Sari. Salah satu wanita yang cukup lama mengisi hari2ku dan Uwi anakku. Dia janda beranak satu yang sangat saying pada Uwi anakku. Sayangnya dia memiliki kepribadian ganda yg cukup mengkhawatirkan. Disatu sisi dia tidak pernah rela jika aku tinggalkan, tapi disisi lain tabiat buruknya yg suka menyelingkuhi om2 yg berduit dan sdh berkeluarga.
Aku jadian dengan dia diawal 2005, baru jalan beberapa bulan saja aku sdh memergoki dia selingkuh dengan bule tua yg sering mengirimi dia segepok uang. Ketika itu dia menangis dan meminta maaf kepada aku sembari membawa pisau dapur ditangannya dengan sedikit mengancam akan bunuh diri kalo seandainya aku meninggalkan dirinya. Akupun terbujuk maafnya, tapi selang beberapa bulan selanjutnya aku memergoki dia telah berhubungan dengan Cina Jakarta, semua informasi aku dapatkan setelah aku curiga dengan emailnya dan menjebol emailnya. Malah dia sempat pergi ke Jakarta untuk menemui orang itu, padahal saat itu dia pamit ke Jakarta untuk ikut mengurus Visa temannya yg akan pergi ke Australia, ternyata di emailnya aku mengetahui kalau di Jakarta itu dia bersama orang tersebut, pantes aja bisa nginep di Sofitel Jakarta. Akupun memutuskan untuk meninggalkannya, namun Sari tidak terima, dia mengancam akan bunuh diri. Aku tidak menggubrisnya, aku malah mempersilahkan dia untuk bunuh diri asal jangan menyangkutpautkan aku. Malamnya aku ditelpon Sari, dia menyatakan kenekatannya untuk meloncat dari loteng. Aku diminta datang untuk melihat aksinya. Semula aku tidak menanggapinya dan mencoba tidak mempercayainya, tapi telpon kedua darinya membuat hatiku kecut juga. Aku tidak tega mendengar dia berkata begitu apalagi sambil menangis ditelpon. Segera aku meluncur menuju koznya, dan emang begitu aku buka pintu kamarnya dilantai 2, ternyata dia sudah berdiri di teras dan sudah siap untuk meloncat. Aku bujuk dia untuk turun tapi tetap saja tidak mau, dia hanya menginginkan aku bisa kembali padanya. Aku tidak berani mengiyakannya, aku tetap bungkam sambil dengan hati2 aku melangkah mendekatinya agar bisa menariknya dari teras. Tapi Sari tetap mengancam dan melarang aku untuk mendekat ato dia akan terjun bebas… Keder juga aku dibuatnya, dalam keadaan bingung aku telpon teman karibku Mercon namanya. Aku suruh dia datang bersama istrinya kekoz si Sari. Tidak lama kemudian Mercon datang bersama istrinya De Ami. Segera saja aku suruh De ami untuk membujuk Sari agar tidak melaksanakan niatnya. De Ami sudah sangat dekat juga dengan Sari sehingga aku pikir dia pasti bisa membujuk Sari. Ternyata tidak sia2, Sari bisa dijinakan oleh De Ami, dan akupun dipaksa oleh Mercon dan De Ami untuk menerima Sari kembali. Akupun menyanggupinya, dengan catatan dia tidak mengulangi kelakuannya lagi….
Hari dan bulanpun berganti, aku dan Sari sudah bisa melupakan kejadian tersebut. Sampai suatu ketika kira2 pertengahan 2006 secara tidak sengaja aku menemukan sms mesra di HP Sari. Ketika aku interograsi dan dia mengakuinya, saat itu juga kemarahanku memuncak. Aku memutuskan untuk meninggalkannya, tapi tetap saja dia tidak rela kalo kita putus hubungan. Tapi tekadku sudah bulat, aku tidak menerima lagi maafnya, aku menutup kuping dan hatiku rapat2. Selama 2 hari aku tidak mau menerima telpon dari dia, kalopun dia memakai nomer lain, begitu aku tahu suaranya langsung kumatikan telponku. Hari ketiga tepat hari Sabtu malamnya aku bertiga bersama temanku kumpul2 sembari menikmati sebotol whiskey di rumah temanku Mercon dikawasan Kori Nuansa Jimbaran. Dari kejauhan kami mendengar suara motor dengan kecepatan tinggi menuju ke tempat kami. Ketika motor itu berhenti dengan suara ban mendecit didepan rumah, ketika itu juga aku sadar bahwa orang itu ternyata Sari, saat itu dia sedang membawa sekaleng Baygon cair dan langsung tanpa berkata apa2 dia membuka dan meminum baygon tersebut dari kalengnya. Dengan panik aku dan teman2ku berhamburan keluar. Aku berusaha merebut sisa baygon yg dipegangnya. Berhasil, tapi dia terlanjur meminumnya. Aku masukan jariku kemulutnya supaya baygon yg diminumnya segera dimuntahin, saat itu juga tubuhnya jatuh ke tanah. Mercon saat itu juga sudah siap dengan mobilnya, langsung saja aku masukan sari kedalam mobil, kami langsung larikan ke RS Graha Asih. Saat sampai di RS, sari sudah sekarat dan langsung ditangani di UGD oleh dokter disana. Untungnya dokter bilang masih bisa ditangani dan aku segera mengontak keluarganya.
3 Hari di RS, dia sudah diperbolehkan pulang dan aku…hmmm..aku rasa aku sdh cukup puas dgn masalah ini dan yakin tidak akan membuka hati ini lagi buat sari. Tapi sari tetap ngotot agar aku mau menerima dia kembali. Kala itu aku sempat berbicara dan melepas unek2ku kepada Ibu dan kakaknya, tapi malah dari mereka akhirnya aku bimbang akan semua ini. Mereka meminta aku utk bisa memaafkan dan menerima dia lagi. Mereka sangat berharap kepadaku, dan akhirnya akupun dengan keterpaksaan menerima sari kembali plus dengan janji dan sumpahnya untuk setia…hmmm….
Ternyata tabiat buruk tidak bisa hilang begitu saja dari dirinya, sepertinya sudah mengakar sampai ke tulang dan darahnya. Maret 2007 secara tidak sengaja pada sore itu dia mendapat telpon dari seseorang yg tidak kutahu, tapi aku bisa membaca dari gerak bibirnya yg seperti orang ketakutan. Aku tanya baik2 dari siapa, dan dijawab dengan sekedarnya bahwa itu iparnya. Ketika aku cek di HP-nya ternyata yg baru menghubunginya adalah Candra, sedangkan aku sendiri tidak pernah tahu dia punya ipar yg benama Candra. Saat aku desak, malah dia yg balik memarahiku. Akupun sadar bahwa itulah kebiasaannya kalo dia kebingungan. Akupun menyusun strategi untuk mengetahui apa yg sedang terjadi, akupun pura2 mengalah. Pagi harinya saat sari akan berangkat kerja dengan sedikit keras aku meminta HP-nya agar aku yg pegang. Awalnya dia tidak mau dengan alasan nggak bisa kerja kalo nggak ada HP, tapi aku tetap memaksanya dan dengan sedikit mengancam akan memutuskan hubungan ini kalo dia tidak memberikan HP-nya ke aku. Akhirnya dengan berat hati diberikannya HP-nya ke aku, dan sari berangkat kerja tanpa membawa HP. Tak disangka jam 830 ada sms dari si Candra itu yg mengatakan bahwa dia lupa membayar kartu kreditnya sari, seketika itu juga aku menelpon sari dan menanyakan perihal itu dan diapun tidak bisa mengelak lagi.

Saat itu juga kemarahanku meledak dan tidak akan ada tawar menawar kembali, aku bulatkan hatiku untuk meninggalkannya dengan strategi yg sudah kuatur sebelumnya. Kalo diawal2 aku sering gagal meninggalkannya karena aku berterus terang untuk meninggalkannya, maka saat ini aku berbuat kebalikannya, aku tidak pernah menyatakan untuk putus dengannya, tapi sedikit demi sedikit aku mulai memperlihatkan tingkahku yg bisa membuat dirinya kesal. Aku mulai jarang sms, call, jalan bareng, sedikitpun tidak mau care lagi kalo dia kesusahan atopun sakit. Aku biarkan dia ngomel2 dan kesal padaku, hingga puncaknya tiba, saat kami tidur berdua pada ultahnya 29 Juli 2007, tengah malam kubangunkan dia dari tidurnya dan aku ucapkan selamat ultah padanya, dan pada pagi harinya aku balik pulang kerumahku tanpa memberikan kesan surprise lagi buat ultahnya. Sejak saat itu aku tidak pernah berhubungan dengan Sari, bertemupun tidak. Aku yakin dia sangat kesal mendapatkan kado terjelek dalam hidupnya di hari ultahnya, dan pasti benci sekali dengan aku…so, usahaku berhasil….sampai saat ini aku bisa lepas darinya dan begitu juga dia…Bye bye freaky gurl… U sweet, but its to hot to me…

Dari ceritaku itu bisa ditarik kesimpulan, bahwa sari ternyata mempunyai kepribadian ganda yg sangat mengkhawatirkan. Disatu sisi dia tidak rela bila aku tinggalkan, ini bisa dilihat dari kenekatannya untuk bunuh diri. Tapi disisi lain…huh…moral bejat-nya selalu menyetir hidupnya untuk bisa menyelingkuhi orang2 berduit….

Kok bisa ada orang yang mempunyai jiwa seperti ini ya…? Apakah dia menyadari atau tidak menyadari tindakannya…?

Tulis sebuah Komentar