Februari 27, 2008 at 10:43 pm (My Kids)

Hiks…Pagi ini aku baru pulang, dan kudapati jari kanan Uwi robek dan bengkak. kemaren emang aku nggak pulang, biz ngeset komputer di monang maning aku langsung maen kerumah temen n nginep disana…
Ibuku bilang bahwa Uwi kejepit pintu mobil, kronologisnya yaitu kemaren (26 Feb) paginya Uwi dijemput bis sekolah dan Ibuku yg mengantarnya sampai di pintu mobil. Saat menutup pintu mobil, ternyata ibuku tidak melihat bahwa tangan Uwi ternyata masih memegang pinggiran pintu, so bisa ditebak… Uwi teriak menangis kesakitan…saat Uwi teriak itulah baru ibuku panik dan sadar akan keteledorannya. Segera Uwi diturunkan dan jari tengahnya yg robek diberi obat. Hari itu juga Uwi nggak masuk sekolah.
Yang sangat aku sesali dan membuat aku kecewa adalah aku tidak diberitahu akan hal ini. Alasan ibuku adalah saat itu ibuku panik sehingga nggak tau mo ngapain. Yg ada dipikirannya adalah mencarikan obat untuk Uwi. Akupun ngotot tetap menyalahkan ibuku kenapa dari pagi, siang, sore, hingga malem nggak niat nelpon aku buat membertitahukan keadaan Uwi. Kalopun panik yah mungkin saat pagi hari saja saat kejadian, tapi siangnya, sorenya, malemnya…so, aku merasa bersalah karena baru tau keadaan anakku setelah 24jam. Ibu pun akhirnya terdiam dan minta maaf kepada aku. Dan aku menegaskan kepada ibuku agar selalu memberitahukan keadaan anakku disaat urgent dan emergency seperti itu.
Uwi pun aku peluk dan aku meminta maaf ma dia karena aku nggak disampingnya saat dia sedang kesakitan, dan Uwi bilang ke aku agar aku nggak memarahi niniknya (ibuku). Sedih banget aku ngeliat jarinya yg bengkak itu, perlahan aku pegang dan aku pijit halus jarinya, Uwi hanya bisa meringis ketika aku pijit bagian yg sakit… hiks… maafin bapak ya wi…. hanya kalimat itu yg bisa keluar dari mulutku…

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar